Assalamu'alaikum wr.wb
Ketika kita MEMBERI sesuatu kepada seseorang kita pasti akan merasakan salah satu atau semua perasaan berikut:
1. Lebih Gembira, karena melihat orang yang kita beri gembira tersenyum atau terbantu meringangkan bebannya. Gembira melihat orang yang kita bantu merasa gembira.
2. Lebih Kuat, karena kita telah membantu orang yang lebih lemah. Ketika itu orang yang kita bantu memang sedang memerlukan pertolongan kita yang dianggap lebih kuat daripada dirinya.
3. Lebih Mulia, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Jadi ketika Memberi Sesuatu yang bermanfaat kepada orang yang sedang memerlukan, kita telah melakukan amalan yang mulia.
4. Lebih Bersemangat, karena ketika bekerja atau mencari rezeki bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga ada sesuatu yang akan diberikan kepada orang lain. Sama dengan saat kita bekerja ketika bujang dan bekerja ketika sudah berkeluarga. Kita akan lebih bersemangat bekerja.
5. Lebih Kreatif, karena kita akan berfikir lebih dari biasa. Kita pasti akan mencari jalan bagaimana agar bisa membantu orang lain.
6. Lebih Tawakkal, karena sedar bahwa apa yang dimiliki tidak lain hanyalah milik Allah yang bersifat sementara.
7. Lebih Berani, kerana semakin yakin bahwa Allah pasti dan telah memberi balasan yang berlipat ganda.
Dan lain-lain kelebihan, Lebih Mantap (PeDe), Lebih berwawasan, Lebih Berpengalaman, Lebih Ceria dan Segar, Lebih Tenang, Lebih Sukses, tak dapat disebutkan satu-satu.
Tapi coba renungkan dengan perasaan ketika kita menerima Bantuan dari orang lain:
1. Merasa lebih gagal.
2. Merasa lebih lemah.
3. Merasa lebih kecil.
4. Merasa lebih hina.
5. Merasa lebih susah hati.
6. Merasa lebih miskin.
7. Merasa lebih minder (rendah diri).
8. Merasa tidak beruntung.
9. Merasa kusut dan cepat tua.
10.Merasa tidak bersemangat.
11. Merasa kurang kreatif.
12. Merasa lebih mundur.
13. Dan lain-lain perasaan yang negatif walaupun pada mulanya suka ketika mendapat bantuan.
Oleh itu saya ajak kawan-kawan agar sentiasa berlatih MEMBERI jika ingin mencapai cita-cita. Memberi tidak mesti uang. Kita bisa memberi apa yang ada pada kita: seperti ilmu, tenaga, dan harta kalau ada. Innaa shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Robbil 'aalamin. Semua milik Allah: badan, nyawa dan segala yang kita miliki termasuk kesihatan. Hanya amanah dan pinjaman sementara. Kalau belum bisa memberi, maka lakukanlah : "Qoulun ma'ruufun wa maghfirotun Khairun Min Shodaqotin yatba'uhaa adzaa". Janganlah berbuat baik tetapi diikuti dengan omelan-omelan yang kurang enak didengar.
Wassalam
Masruh
www.ohpondoku. blogspot. com